Posted by: TimRedaksi on: 12 December 2008
Jargon dan singkatan seperti berlomba muncul setiap hari dalam berita media massa. Padahal, dua penyakit ini semestinya pelan-pelan dienyahkan karena menghambat komunikasi dan pertukaran informasi.
Menulis di media adalah menulis jelas, untuk semua orang dengan berbagai latar-belakang. Banyaknya jargon menyalahi prinsip itu.
Tapi, apa sih jargon itu?
Merriam-Webster Dictionary:
1: the technical terminology or characteristic idiom of a special activity or group
2: obscure and often pretentious language marked by circumlocutions and long words
Pertama, jargon adalah istilah teknis atau idiom (bahasa khusus) yang hanya dimengerti oleh kelompok tertentu. Kedua, bahasa yang kabur dan memiliki pretensi tertentu, yang dicirikan oleh rangkaian kata panjang.
Salah satu jenis jargon yang banyak dipakai adalah “Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU)” yang diproduksi oleh Pertamina atau Departemen Pertambangan. Bahasa sehari-hari yang kita pakai lebih pendek: “pompa bensin”.
Contoh lain adalah “Pencurian dengan Kekerasan (Curas)”, “Pencurian dengan Pemberatan (Curat)”, dan “Tempat Kejadian Perkara (TKP)” yang diobral oleh polisi. Bahasa di kampung dan pasar: “rampok”, “maling” dan “tempat kejadian”.
“Kejadian Luar Biasa (KLB)” hanya dipahami oleh pegawai Dinas Kesehatan dan dokter. Di pasar kita memakai: “wabah”.
Tidak hanya lembaga pemerintah yang suka membuat jargon. Lembaga swadaya masyarakat, pakar, akademisi, lembaga penelitian, universitas, organisasi, partai politik dan kelompok-kelompok dalam masyarakat juga.
Di samping memiliki kelemahan karena hanya dipahami oleh lingkungan terbatas, jargon kadang juga dipakai untuk mengaburkan masalah, dan dalih untuk mengelak dari membicarakan hal-hal yang spesifik dan kongkret.
Banyak media/wartawan mengumbar jargon karena kemalasan. Mereka hanya mengutip kata-kata sumber, kadang tanpa mengetahui makna yang dimaksud, dan tanpa mencoba mencari tahu.
Berikut ini contoh beberapa mutakhir dalam media kita:
- Polisi Menangkap Pelaku KDRT di Sukoharjo (Kompas | 31/07/08)
Semarang – Polisi menangkap tersangka pelaku kekerasan dalam rumah tangga, Hariyanto (49), yang membakar istri keduanya, Ngatiem (41), sekitar empat bulan lalu di Kabupaten Sukoharjo. Akibat tindakan tersebut, Hariyanto diancam pidana 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 30 juta.
Saran: Polisi Tangkap Suami yang Bakar Isri
- Temanggung KLB Malaria (Antara | 15/03/08)
Temanggung – Serangan penyakit malaria yang menimpa lima warga Dusun Bakal, Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendorong Dinas Kesehatan Temanggung menyatakan daerah itu berstatus kejadian luar biasa (KLB) malaria.
Saran: Wabah Malaria Serang Lima Desa Temanggung
- Tenaga Honorer Serbu Baur SKCK (Pikiran Rakyat Online | 28/07/08)
Cimahi – Sebanyak 77 orang tenaga honorer yang masuk database Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat (Depag Jabar), menyerbu Bagian Urusan (Baur) Surat Keterangan Catatan Polisi (SKCK) Polresta Cimahi. Hal itu untuk memenuhi persyaratan pemberkasan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Saran: Calon Pegawai Berlomba Cari Surat Kelakuan Baik
- Warga Sawangan Keluhkan Minimnya PJU (Pikiran Rakyat Online | 31/07/08)
Depok – Warga Sawangan, Kota Depok mengeluhkan minimnya jumlah Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya di jalan utama. Kondisi seperti itu sangat membahayakan para pengguna jasa jalan, lantaran rawan kecelakaan dan tindakan kriminal.
Saran: Warga Keluhkan Minimnya Lampu Jalan
- Pemogokan Awak MPU Lumpuhkan Pasuruan (Antara | 22/07/08)
Pasuruan – Ratusan awak MPU (mobil penumpang umum) trayek Malang-Pasuruan, Selasa, melakukan mogok dengan meninggalkan armadanya di tengah simpang empat Kebonagung, Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Saran: Mogok Sopir Angkutan Umum Lumpuhkan Pasuruan
RESOURCE : PENA INDONESIA
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
Theme: Albeo by Design Disease.
KOMENTAR